Senin, 24 Desember 2012

Pengertian Natal dan Perayaan Natal

  • Dari arti katanya, "Natal" hanya berarti "kelahiran" (Dies Natalis = hari kelahiranalias hari ulang tahun). Tetapi, perayaan Natal yang dilakukan umat Kristen mempunyai arti lebihdalam yaitu merayakan "hari kelahiran Yesus Kristus / Isa Al Masih" dan maknanya yang lebihdalam lagi adalah kehadiran Shalom Allah dalam bentuk kelahiran Yesus Kristus sebagaiJuruselamat yang mendatangkan damai sejahtera di bumi. Kehidupan Yesus / Isa Al Masih sebagaiTuhan yang menjadi manusia yang menyertai kita (Immanuel) tidak dapat dilepaskan dari saatkelahiran, pembaptisan, pelayanan, penyaliban, kebangkitan, sampai kenaikanNya ke surga.Sekalipun demikian, sebagai perayaan, memang Natal berkembang dalam tradisi gereja dan bukanmerupakan ajaran yang Tuhan Yesus / Isa Al Masih berikan kepada manusia dan harus diakuibahwa jemaat mula-mula / perdana memang tidak terkesan merayakan Natal. Memang sebagai pesta pada hari tertentu, jemaat perdana tidak merayakan Natal, soalnyajemaat perdana begitu terpukau oleh kehadiran Yesus / Isa Al Masih dan penyertaan Kuasa RohKudus sehingga saat itu kelahirannya tidak dikenang secara khusus.Kehidupan jemaat sesudah Kenaikan Ke Surga lebih didominasikan oleh peringatan mingguan darikebangkitan Yesus/ Isa Al Masih pada hari pertama tiap minggu (Kisah 2:46) Tetapi perlu disadaribahwa bagi jemaat perdana kelahiran Yesus sudah menjadi keyakinan kuat sebagai pemenuhannubuatan para Nabi tentang Messias yang lahir dari seorang perawan (Kejadian 3:16; Yesaya 7:14;9:5,6; 11:1; Mikha 5:1-4).(T-2) Kapan tepatnya tahun kelahiran Yesus/ Isa Al Masih? Dan benarkah perayaan Natal adalahperayaan Dewa Matahari?(J-2) Tepatnya menurut penelitian sejarah, Yesus/ Isa Al Masih lahir pada tahun 4 Sesudah Masehi(jadi bukan tahun 0) karena sensus penduduk yang dilakukan oleh kaisar Agustus terjadi di tahunitu. Menurut catatan Alkitab memang Natal tidak dirayakan oleh jemaat mula-mula sekalipunditulis di Injil Matius dan Lukas. Tetapi berangsur-angsur di gereja Timur dan kemudian di gerejaBarat, pada abad ke-3 kelahiran Yesus dirayakan pada malam tanggal 5 Januari dan tanggal 6Januari digunakan untuk mengenang saat pembaptisannya.Data tertulis yang memuat liturgi perayaan kelahiran Kristus itu dapat dilihat dalam papirus padaabad ke-IV. Pada tahun AD-274 di Roma tanggal 25 Desember dimulai perayaan kelahiranmatahari karena diakhir musim salju tanggal itu matahari mulai kembali penampakan sinarnyadengan kuat, karena itu bagi orang Romawi kuno, hari itu dirayakan sebagai hari Matahari. Ketika agama Kristen dijadikan agama negara di kerajaan Romawi, ternyata sukar bagiorang Roma yang kemudian menjadi Kristen meninggalkan perayaan itu, karena itu para pemimpingereja waktu itu mengalihkan perhatian mereka akan perayaan itu menjadi perayaan MatahariKebenaran yang kemudian menggantinya menjadi Natal dan meresmikannya di Roma tahun 336,1|Page Bina Awam
  • Pengertian Natal dan Perayaan Nataldan menjadikan tanggal 25 Desember sebagai hari peringatan kelahiran Kristus. Hal inidiperkenalkan oleh Kaisar Konstantin yang memilih tanggal itu sebagai pengganti tanggal 5-6Januari. Perayaan Natal kemudian di lakukan di Anthiokia pada tahun 375 dan pada tahun 380dirayakan di Konstantinopel, dan tahun 430 di Alexandria dan kemudian di tempat-tempat laindimana kekristenan sudah menanamkan akarnya. Dari data sejarah itu dapatlah diketahui bahwa Natal bukanlah dimulai sebagai harimatahari karena semula diadakan pada tanggal 5-6 Januari, tetapi yang benar adalah usaha daripemimpin gereja Barat (Roma) untuk mengubah tanggal itu menjadi tanggal 25 Desember untukmengalihkan perhatian umat Kristen dari kepercayaan lama menuju kelahiran Kristus. Pada saatyang sama orang-orang kafir yang tidak bertobat masih tetap merayakan tanggal 25 Desembersebagai hari Matahari, dan selanjutnya praktek perayaan Natal umat Kristen tidak ada sangkutpautnya dengan perayaan Matahari sekalipun harus diakui bahwa di kalangan orang Kristen Romawaktu itu tentu masih ada yang merayakannya keduanya bersamaan secara sinkretistik. Orang-orang Kristen kemudian apalagi yang tidak terikat budaya Roma tidak ada yang punya kesantentang perayaan Matahari.(P-3) Bolehkah kita tidak merayakan hari Natal? (J-3) Bila ada yang tidak merayakan Natal sebagai pesta tentu baik-baik saja, namunmerayakan Natal lebih terutama untuk mengenang kelahiran Yesus / Isa Al Masih, karenakeyakinan akan Yesus tidak dapat dilepaskan dari kelahiranNya sebagai pemenuhan nubuatan paraNabi, Allah yang mewujud menjadi manusia Yesus Kristus, dan makna peristiwa di Betlehemdimana damai hadir di bumi yang dirasakan baik oleh yang kaya maupun oleh yang miskin danperistiwa ini cukup jelas terekam dalam kitab Injil (Injil Matius 1:18-2:12 dan Injil Lukas.1-2). Yesus / Isa Al Masih yang lahir di kandang yang hina perlu dijadikan contoh kerendah-hatian Kristiani yang melayani dan tidak minta dilayani. Kita tidak mengerti dimensi ilahi dariPaskah (Kebangkitan Yesus Kristus/ Isa Al Masih dari kematian) itu bila kita tidak mengerti maknaNatal. Bila tidak setuju dengan tanggal 25 Desember dapat saja perayaan itu diadakan pada hari-hari lain, tetapi untuk menghindarkan kekacauan, bisa jadi tiap hari sepanjang tahun kita diundangmerayakan Natal, karena itu ada baiknya dibatasi pada bulan Desember atau Januari agar terjadikeseragaman. Cuaca di Betlehem pada bulan-bulan ini sesuai dengan cuaca yang digambarkandalam Alkitab.(P-4) Lalu bagaimanakah sepatutnya kita merayakan Natal? (J-4) Semangat Shalom Natal (Injil Lukas 2:14) dapat diterjemahkan dengan carameningkatkan pelayanan kasih dan menghadirkan keadilan dan kebenaran Allah sebagai puncakakhir tahun, artinya pelayanan kasih sebagai pengejawantahan iman Kristen harus dilakukan setiapsaat dan saat Natal bisa lebih ditingkatkan. Misalnya pembagian hadiah untuk anak-anak SekolahMinggu bisa digantikan dengan mengajar anak-anak untuk membawa hadiah sendiri untuk bisadiberikan kepada mereka yang membutuhkan, karena "terlebih berkat memberi daripadamenerima", demikian juga tukar menukar hadiah di kalangan pemuda/dewasa bisa digantikandengan mengumpulkan hadiah untuk dibagikan kepada mereka yang membutuhkan. Dari pada diisipesta hiburan dengan hadiah-hadiah dan konsumsi yang menggunakan uang jemaat, lebih baikjemaat didorong untuk mengingat kembali kesederhanaan Natal dan menjadikan kelebihan uangnya2|Page Bina Awam
  • Pengertian Natal dan Perayaan Nataluntuk membagikan sukacita dan damai Allah kepada sesama kita yang membutuhkan. Ini perludiberi contoh oleh Pendeta dan Majelis Jemaat sendiri. Setidaknya dengan tidak merayakan Natalsecara pesta kita tidak menunjukkan kehidupan yang eksklusip, elitis dan mencolok ditengahkemiskinan yang lagi disorot secara nasional. Ingat ucapan Soli Deo Gloria yang artinyakemuliaan hanya bagi Allah dan ada ayat berbunyi dilihatnya kebajikanmu dan dipermuliakanBapa di sorga! Bila kita menghayati makna Natal dan misi Kristus dengan benar, kita dapat mengambilbanyak langkah menuju perbaikan diri individu dan masyarakat. Dengan menjalankan moralitasyang sesuai kehendak Allah dalam Alkitab kita menghadirkan Natal dalam kehidupan moralmasyarakat; menggunakan dana Natal yang besar itu untuk modal-modal usaha kecil dapatmenolong membuka lapangan kerja yang baru dan menanggulangi kemiskinan. Dalam situasimasyarakat yang sebagian besar masih menderita, kehidupan dan perayaan bermewah-mewahmerupakan ketidak adilan dan ketidak benaran yang harus ditiadakan sebab kenyataannya perayaanpesta Natal sering justru mengaburkan makna esensi Natal yang sebenarnya. Kita perlumengembalikan harapan kita sejalan dengan harapan Yesus Kristus agar gereja-gereja maupunorang-orang Kristen menjauhi penyalah gunaan perayaan Natal dan menyadari kembali maknaNatal yang benar yaitu menghadirkan "Shalom" Allah untuk bisa dirasakan oleh semua orang danmenghayati apa yang dikatakan Firman Tuhan mengenai Natal, karena "Allah telah melawatumatNya sebagai manusia Yesus Kristus"."Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambangpemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasehat Ajaib, Allah yangPerkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai. Besar kekuasaannya, dan damai sejahtera tidak akanberkesudahan di atas takhta Daud dan di dalam kerajaannya, karena ia mendasarkan danmengokohkannya dengan keadilan dan kebenaran dari sekarang sampai selama-lamanya.Kecemburuan TUHAN semesta alam akan melakukan hal ini." (Yesaya 9:5-6)."Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akanberbuah. Roh TUHAN akan ada padanya, roh hikmat dan pengertian, roh pengenalan dan takutakan TUHAN; ya, kesenangannya ialah takut akan TUHAN. Ia tidak akan menghakimi dengansekilas pandang saja atau menjatuhkan keputusan menurut kata orang. Tetapi ia akan menghakimiorang-orang lemah dengan keadilan, dan akan menjatuhkan keputusan terhadap orang-orang yangtertindas di negeri dengan kejujuran; ia akan menghajar bumi dengan perkataannya seperti dengantongkat, dan dengan nafas mulutnya ia akan membunuh orang fasik. Ia tidak akan menyimpang darikebenaran dan kesetiaan, seperti ikat pinggang terikat pada pinggang." (Yesaya 11:1-5)."Lalu kata Maria: "Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku,sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hambaNya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segalaketurunan akan menyebut aku berbahagia, karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan namaNya adalah kudus. Dan rahmatNya turun-temurun atas orangyang takut akan Dia. Ia memperlihatkan kuasaNya dengan perbuatan tanganNya dan mencerai-beraikan orang yang congkak hatinya; Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanyadan meninggikan orang-orang yang rendah; Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yanglapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa." (Lukas 1:46-53).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar